Anti Kapitalisme = Anti Gadget, Anti-Transportasi, Gak Pakai Baju?

Sudah beberapa kali saya berhadapan dengan kawan-kawan yang salah paham mengenai anti-kapitalisme. Salah satu kawan nyeletuk…

“Kalau lu anti kapitalisme, kenapa lu punya handphone, punya laptop?”. Lalu saya balik nyeletuk “Yha lu salah paham tentang apa itu kapitalisme dan anti-kapitalisme. Kalau lu memahaminya sependek itu, sekalian aja gak usah pakai baju.” hehehe

Jelas salah paham dan masih dianut oleh mereka yang tidak mau paham. Seolah-olah memiliki laptop secara otomatis kontradiktif dengan anti-kapitalisme. Kenapa selalu laptop atau HP?

Kepemilikan barang dalam perspektif mbah Marx tergantung pada upah yang dalam definisi Mbah Marx adalah “cost of existence and propagation. Ini istilah yang tidak mudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, karena mbah Marx tidak memilih “cost of living” dengan makna sederhana yang berarti “biaya hidup” tetapi lebih kepada “cost of existence” yang meskipun arti harafiahnya “biaya untuk eksis” tapi sebenarnya lebih dari itu: “Biaya untuk hidup dalam lingkungan sosial tertentu.”

Dengan demikian, “kebutuhan untuk eksis” dipengaruhi oleh situasi sosial di mana seseorang tersebut tinggal dan atau latar belakang sosialnya. Seseorang yang bekerja di daerah dingin, misalnya, akan selalu membutuhkan pakaian hangat. Setelan jas, beda lagi, meskipun terdengar mewah bagi kita di wilayah tropis, namun barang ini menjadi kebutuhan dasar bagi mereka yang bekerja di belahan bumi utara.

Begitu juga dengan mahasiswa. Laptop tidak lagi menjadi barang mewah namun menjadi barang kebutuhan dasar yang jika tidak ada, mahasiswa tidak akan bisa mengerjakan aktivitasnya. Jangan lupa juga bahwa laptop, HP, dan alat transportasi seperti motor, mobil dan lain sebagainya di masa kini bukan lagi barang mewah namun menjadi barang produksi massal yang dijual murah secara kredit. Siapa coba di masa kini yang tidak bisa kredit? Bahkan tukang sayur yang lewat depan rumah pun HP nya smartphone (yang dia beli secara kredit).

(Pembahasan mengenai barang produksi massal dalam perspektif Mbah Marx akan dibahas di lain waktu).

Sampai sini semoga paham ya? Intinya, anti-kapitalisme  adalah melepaskan berbagai aspek kehidupan dari tuntutan dalil paksaan pasar, namun tidak sama dengan anti-pasar. Anti-kapitalisme bukan berarti tidak menggunakan laptop, tidak menggunakan alat tukar uang atau bahkan tidak bekerja. Anti-kapitalisme merupakan upaya berkesinambungan dalam mencari sistem politik-ekonomi yang tidak berlandaskan persaingan dan maksimalisasi profit dalam pasar. Anti-kapitalisme bertujuan untuk menghilangkan hubungan dan eksploitasi yang menghasilkan antagonisme kelas.

Sheila R.J

Bacaan Terkait

Alfredo Saad-Filho, eds. (2003). Anti-Capitalism: A Marxist Introduction. Pluto Press

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s